Di pabrik-pabrik dengan throughput palet berat tinggi, biaya film stretch konvensional seringkali 'membengkak' di luar perhitungan. Masalah klasiknya: pake film tebal biaya material tinggi, pake film tipis takut palet jebol atau 'lemas' di tengah jalan. Itulah mengapa teknologi co-extrusion 3 lapis ini menjadi game-changer. Mesin kami tidak sekadar memproduksi film, tapi merekayasa struktur material. Lapisan tengah dirancang sebagai 'tulang punggung' yang memberikan kekuatan tensile, sementara dua lapisan luar memberikan elastisitas dan daya rekat optimal. Hasilnya? Anda bisa down-gauging hingga 30% dibandingkan film monolayer dengan kekuatan setara.
Bayangkan untuk palet baja atau produk keramik dengan bobot 1,5 ton. Dengan film 3 lapis gauge 20 micron hasil mesin ini, stretch force bisa mencapai 300% tanpa putus. Yang dirasakan customer Anda bukan cuma penghematan Rp 15-20 juta per bulan dari sisi material, tapi juga reduksi claim kerusakan barang karena puncture resistance yang lebih baik. Banyak pelanggan kami di industri logam dan bahan bangunan awalnya ragu, tapi setelah trial dan melihat data consumption per palet turun dari 120 gram jadi 85 gram dengan holding force yang justru naik, mereka langsung order.
Yang tak kalah krusial adalah konsistensi hasil produksi. Mesin ini dilengkapi dengan sistem kontrol layer ratio otomatis, memastikan ketebalan setiap lapisan stabil meski kecepatan extruder mencapai 250 kg/jam. Untuk maintenance, spare part seperti chill roll dan die lips kami desain khusus untuk tahan terhadap tekanan ekstrusi 3 layer yang tinggi. Bagi procurement manager yang sudah jengah dengan persoalan waste material dan downtime mesin lama, solusi ini bukan sekadar upgrade mesin, tapi transformasi total dalam strategi pengemasan logistik berat.

